Sumber: www.AnneAhira.com

Ketika mendengar cerpen, pikiran Anda pasti akan tertuju pada para sastrawan hebat yang namanya sudah begitu dikenal. Oleh sebab itu, Anda kadang malu untuk mencoba menulis sebuah cerpen. Padahal, siapa pun bisa berkarya. Selama seseorang dikaruniai pikiran sehat, ia pasti bisa berkarya.

Masalahnya, tidak semua orang memiliki gaya penceritaan dan penulisan yang baik sehingga mereka malu menyebut tulisannya sebagai karya. Pada dasarnya, menulis cerpen tidaklah sulit. Menulis cerpen sama saja dengan bercerita atau curhat tentang perasaan dan kejadian sehari-hari.

Definisi Cerpen

Cerpen atau cerita pendek adalah sebuah bentuk prosa naratif. Isi cerpen cenderung padat dan langsung pada tujuan dibanding karya-karya fiksi yang lebih panjang, misalnya novel. Cerpen mengandalkan teknik-teknik sastra, misalnya tokoh, alur, tema, bahasa, dan wawasan yang lebih luas karena ceritanya singkat.

Sesuai namanya, cerpen merupakan cerita yang isinya relatif pendek dan selesai dibaca sekali duduk. Dalam sekali duduk, kita sudah bisa memahami isi cerita. Tema cerpen bermacam-macam, di antaranya percintaan, kasih sayang, dan jenaka. Cerpen biasanya mengandung pesan yang dapat dipahami dengan mudah sehingga cocok dibaca segala umur.

Unsur-Unsur Cerpen

Cerita pendek dibangun oleh unsur-unsur penting. Unsur-unsur cerpen terdiri atas unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik cerpen meliputi tema, tema, alur, latar, tokoh, penokohan atau watak, dan amanat. Sementara itu, unsur ekstrinsik mencakup budaya, jenis pekerjaan, jenis kelamin, dan sebagainya.

Tahapan Cerpen

Cerita pendek terdiri atas 4 tahapan, yaitu pengenalan, awal konflik, puncak konflik, dan penyelesaian konflik. Tahap yang paling diminati pembaca adalah bagian konflik yang merupakan klimaks atau puncak masalah sebuah cerita.

Belajar Menulis Cerpen

Setelah mengetahui definisi, unsur-unsur, dan tahapan cerpen, Anda pasti sudah memiliki gambaran untuk membuat sebuah cerpen. Membuat cerpen pada dasarnya hampir sama dengan menulis di buku diary atau catatan-catatan pendek lain. Bedanya, cerpen memiliki tokoh dan konflik yang lebih rumit.

Berikut adalah langkah-langkah mudah untuk belajar membuat cerpen.

  • Tentukan tema cerita yang ingin dibuat.
  • Buatlah kerangka karangan cerita secara kasar. Misalnya, tahap pengenalan, kemunculan konflik, klimaks, dan penyelesaian konflik.
  • Tentukan alur atau jalan cerita, misalnya alur maju (bercerita hari ini ke masa depan) atau alur mundur (menceritakan ulang hal yang telah terjadi pada masa lalu).
  • Tentukan tokoh dan wataknya.
  • Mulailah menulis cerita.

Hal lain yang perlu diingat ketika menulis cerpen adalah penggunaan gaya bahasa dan sudut pandang. Layaknya sebuah bacaan fiksi, isi cerpen tentu harus diceritakan dengan bahasa yang indah. Misalnya, malam hari bisa dideskripsikan dengan rentetan kata-kata seperti berikut ini.

Lentera rumah mulai dinyalakan, angin menghunus tulangku hingga dalam. Langit sedikit berawan menyisakan semburat cahaya bulan yang tidak utuh. Kelelawar mulai keluar dari sarangnya…

Yang dimaksud sudut pandang adalah bagaimana penulis menempatkan dirinya dalam cerita. Sudut pandang ada dua macam.

  • Sudut pandang orang pertama, yaitu penulis memposisikan diri sebagai tokoh utama. Sudut pandang orang pertama ditandai dengan penggunaan tokoh Aku.
  • Sudut pandang orang ketiga, yaitu penulis tidak berperan sebagai tokoh utama. Tokoh utama cerita diperankan oleh Dia, Ia, atau nama-nama tokoh lain seperti Bayu.

Selamat mencoba dan teruslah berkarya!