Sumber: www.AnneAhira.com

Pada dasarnya, menulis cerita itu mudah, termasuk cerita pendek (cerpen). Sehari-hari, kita tidak lepas dari komunikasi. Kita terbiasa berbicara dan bercerita kepada orang lain.

Sebetulnya, menulis cerita adalah sesederhana bercerita secara lisan kepada orang lain. Namun, cerita ini dituangkan ke dalam bentuk tulisan, bukan lisan. Artinya, kita “berbicara”, menuangkan ide lewat huruf dan kata di atas kertas.

Ketika kita berbicara tentang cerpen Islami, bercerita bukan lagi sekadar menuangkan ide di atas kertas, namun menyampaikan pesan dakwah kepada yang membaca tulisan kita. Cerpen Islami adalah sebuah media penyampaian nilai-nilai Islami ketika dakwah tidak lagi sebatas berceramah.

Jika Anda memiliki minat untuk menulis cerpen Islami, berikut beberapa kiat yang mungkin Anda butuhkan.

  1. Sebelum menulis, tentukan tema cerpen Anda. Dalam cerpen Islami, tema yang dipilih dapat berupa nilai yang diajarkan dalam Islam, seperti ukhuwah (persaudaraan), kemanusiaan, taubat, keimanan, amanah, kedermawanan, semangat beribadah, perjuangan, dan sebagainya. Jangan bingung mencari ide. Ide bisa ditemukan di mana saja, dari pengalaman Anda, kejadian di jalan, tempat kerja, sekolah atau rumah, buku yang Anda baca, film yang Anda tonton, pengalaman orang-orang sekitar, dan sebagainya.
  2. Buatlah alurnya. Tidak perlu ditulis, cukup dibayangkan saja. Boleh juga jika ingin ditulis. Usahakan alurnya seunik mungkin agar pembaca tidak bosan. Upayakan alur cerita tidak “standar”, misalnya ada orang berdosa lalu bertemu ustadz kemudian bertobat. Alur ini sudah terlalu biasa walaupun bisa jadi menarik bergantung kepintaran Anda meramu karakter, dialog, dan klimaks. Oya, setiap alur cerita harus ada klimaksnya dan sebaiknya satu saja, jangan sampai ada dua klimaks.
  3. Jangan pusing memikirkan kalimat pertama. Tulis saja walaupun Anda pikir kalimat itu harusnya ada di tengah tulisan. Dengan langsung menuju inti tulisan, pembaca tidak akan menangkap kesan bertele-tele.
  4. Jangan pusing memikirkan tanda baca dan aturan EYD. Tentu, Anda yang sudah mahir dalam tata bahasa, ini tidak masalah. Sayang jika Anda berpotensi menulis, lalu harus berhenti hanya karena Anda lemah dalam tata bahasa. Jadi, tulis saja. Anda bisa mencari teman Anda yang lebih pandai dalam tata bahasa untuk menjadi editor atau mengedit sendiri, namun setelah tulisannya jadi. Dengan sering menulis, tata bahasa Anda akan terlatih juga.
  5. Gunakan kata ganti pertama (aku). Walaupun boleh saja menggunakan kata ganti ketiga, para penulis terkenal banyak yang menggunakan kata ganti pertama. Dengan menggunakan kata ganti “aku”, pembaca akan lebih terhanyut dalam cerpen Anda.
  6. Karena cerpen ini Islami, pastikan kontennya sesuai dengan ajaran Islam. Untuk itu, Anda dapat berkonsultasi dengan ustadz atau teman Anda yang lebih mengerti agama.
  7. Terakhir, think simply. Berpikirlah sederhana. Tulislah apa yang memang tersirat dalam pikiran Anda. Jangan terlalu rumit. Mungkin Anda pernah membaca cerita-cerita rumit yang membuat Anda mengagumi penulisnya. Namun, serumit apapun cerita itu, sang penulis pastilah memulainya dari lintasan ide yang sederhana.

Selamat menulis!