Surga di telapak kaki Ibu. Banyak cara yang bisa dilakukan orang untuk menunjukkan rasa cintanya termasuk anak-anak. Anak-anak bisa melakukan apa saja sebagai bukti rasa cintanya terhadap sang ibu.

 

Tidak ada satupun di dunia ini seorang anak yang tidak mencintai ibunya, karena begitu besar perjuangan sang ibu dari sebelum melahirkan hingga melahirkan sang anak.

 

Ada anak yang mengungkapkan langsung perasaan cintanya terhadap ibu, tapi ada juga yang mengatakannya lewat berbagai macam perbuatan.

 

Bukan bermaksud untuk mencari pembenaran tentang cara kita sebagai anak untuk menyayangi ibu, tetapi karena kurang saling memahami saja yang akhirnya ungkapan cinta itu salah di terima.

 

Bukan pula mencari kesalahan tentang cara ibu untuk memahami ungkapan cinta yang anak-anak berikan untuknya.

 

 

Seperti perjalanan kehidupan kami, dalam rentang waktu yang cukup lama kita terpisahkan.

Ibu yang berstatus janda dengan mengasuh 2 anak perempuan , dengan segala daya dan kekuatan, Ibu mengasuh kami bersama Nenek. Yang sampai akhirnya ketika Ibu memutuskan untuk pergi bekerja di negeri jiran. Itulah awal perpisahan kami bertiga, yang akhirnya saya dan kakak tinggal bersama nenek.

 

Di setiap malam, hati kami merasakan kerinduan yang sangat dalam buat ibu. Bagaimanapun, setiap anak pasti merasakan rindu yang mendalam ketika berpisah dengan Ibu nya. Bahkan, setiap pagi bangun tidur, saya selalu membuka semua kamar dan melihat setiap isi kamar, jangan-jangan Ibu sudah kembali pulang. Namun, ternyata nihil, tak ada ibu di rumah kami. Semalam, dua malam, sepekan, dua pekan, sebulan, dua bulan, setahun, dua tahun, tidak juga Ibu saya berkunjung pulang, tidak ada pula kabar berita tentang beliau.

 

Tiada terasa ternyata perpisahan kami menjelang di tahun yang ke 20. Sekian lama berpisah, Allah mempertemukan kami kembali. Tapi, rasa rindu yang terpendam selama ini, ternyata justru membuat pertemuan itu menjadi tidak begitu menyenangkan, terutama buat Ibu.  Seperti halnya makanan, yang basi ketika sudah terlalu lama. Mungkin itu pula yang terjadi di dalam hati saya dan kakak. Penantian yang tidak pernah jelas ujungnya itu, ternyata membuat rindu ini berubah pula. Kami tidak bermaksud membenci Ibu, tetapi, mungkin cara kami sebagai anak-anak untuk menyayangi ibu itu yang kurang di pahami oleh Ibu.Ketika kami lebih mendahulukannenek daripada ibu, itupun terntaya menambah deret kekecewaan di hati Ibu.

 

 

Kadang, saya menyesalkan pertemuan ini.MasyaAllah, bukan berarti kami tidak sayang lagi pada Ibu, tapi, kami ingin agar Ibu mengerti tentang perasaan kami. Maafkan kami bu…

Bukan kami tak sayang, Bukan kami tak cinta, Tapi….  Kami butuh waktu untuk belajar meyayangi, Kami butuh waktu untuk belajar mencintai engkau..