Perbedaan adalah anugrah dari

Yang Maha Kuasa!

 

Lihatlah sekeliling kita, indahnya

warna-warni bunga, warna-warni satwa,

dan segala keragaman lain yang

menghiasi dunia.

 

Bayangkan kalau kita hanya mengenal

warna hitam saja! Alangkah gelapnya

dunia ini!πŸ™‚

 

Tanpa adanya perbedaan dan warna-warni,

kita tidak akan merasakan hidup

semeriah dan seindah sekarang ini,

betul?!πŸ™‚

 

Begitu pun dengan kehidupan, setiap

insan selalu berhadapan dengan segala

macam perbedaan dan warna-warni

kehidupan.

 

Tapi sayang, tidak semua orang mampu

melihat perbedaan sebagai kekayaan.

Banyak orang merasa tersiksa karena

perbedaan alias mereka tidak mampu

menikmatinya.

 

Berbagai bentuk kejahatan dimulai hanya

karena perbedaan. Entah itu perbedaan

warna kulit, agama, suku bangsa,

prinsip, atau sekadar pendapat.

 

Sebenarnya, perbedaan bukanlah sesuatu

yang bisa dihindari. Setiap orang lahir

dengan perbedaan dan keunikannya

masing-masing. Mulai dari perbedaan

fisik, pola pikir, kesenangan, dan

lain-lain.

 

Tidaklah mungkin segala sesuatu hal sama.

Bahkan kesamaan pun sebenarnya tidak

selalu menguntungkan.

 

Coba bayangkan, seandainya semua orang

memiliki kemampuan memimpin, lantas

siapa yang mau dipimpin? Kalau semua

orang menjadi orang tua, siapa yang mau

jadi anak? Siapa juga yang akan

menerima sedekah, jika semua orang

ditakdirkan kaya?

 

Perbedaan ada bukan untuk dijadikan

alat perpecahan. Banyak hal positif

yang bisa kita peroleh dengan perbedaan.

 

Namun, tentu saja semua itu harus

bersyarat. Nah, syarat apa saja yang

harus dipenuhi?

 

Berikut di antaranya…

 

1. Cara pandang kita terhadap perbedaan.

 

Berpikirlah positif dengan mensyukuri

adanya perbedaan. Anggaplah perbedaan

sebagai kekayaan. Cara pandang yang

benar akan melahirkan sikap yang tepat.

 

Ada baiknya kita mencari persamaan

terlebih dahulu, sebelum mencari

perbedaan.

 

2. Kelola perbedaan sebaik mungkin.

 

Musyawarah untuk mencapai kesepakatan

adalah jalan yang tepat untuk mengelola

perbedaan.

 

Berlatihlah utk menghargai, menerima,

menjalankan dan bertanggungjawab

terhadap keputusan bersama, meski

berlawanan dengan ide awal kita.

 

3. Selalu posisikan segala sesuatu

pada tempatnya.

 

Saat bekerja sama dengan orang lain,

salurkan potensi, karakter, minat yang

berbeda-beda pada posisi ‘yang tepat’.

 

Cara ini akan mendorong tercapainya

tujuan bersama dan mendukung

pengembangan potensi masing-masing

individu.

 

4. Jangan pernah meremehkan orang lain.

 

Apapun dan bagaimana pun kondisi atau

pendapat orang lain, perlakukan mereka

selayaknya diri kita ingin diperlakukan.

 

Anggaplah semua orang penting. Mereka

memiliki peran tersendiri, yg bisa jadi

tdk bisa digantikan oleh orang lain.

 

5. Jangan menonjolkan diri atau sombong.

 

Merasa diri paling penting dan lebih

baik daripada orang lain *tidak akan*

menambah nilai lebih bagi kita. Toh

kita tidak bisa hidup tanpa orang lain.

 

Jadilah beton dalam bangunan. Meski

tidak nampak, namun sesungguhnya ialah

yang menjadi penyangga kokohnya sebuah

bangunan.πŸ™‚

 

6. Cari sumber informasi yang terjamin

kebenarannya.

 

Perbedaan bisa muncul karena informasi

yang salah. Oleh sebab itu, pastikan

sumber informasi kita bisa terjamin dan

dapat dipercaya kebenarannya. Lebih

bagus lagi jika disertai bukti yang

mendukung.

 

7. Koreksi diri sendiri sebelum

menyalahkan orang lain.

 

Menyalahkan orang lain terus menerus

tidak akan banyak membantu kita. Bisa

jadi kesalahan sebenarnya terletak pada

diri kita. Karenanya, koreksi diri

sendiri terlebih dahulu merupakan

langkah yang paling bijaksana.

 

So, berhentilah menyesalkan perbedaan.