Seperti alam ini yang harus di seimbangkan, begitu pula kehidupan seorang muslim juga harus seimbang atau dalam bahasa arab biasa di kenal dengan “Tawazun“.

 

Ada tiga aspek yang harus di penuhi seorang muslim untuk mencapai keseimbangan hidup.

 

Pertama al jasad ( jasmani ) meliputi: kesehatan tubuh, terpenuhinya gizi, pakaian, tempat tinggal, istirahat dan ketenangan, pekerjaan dan kesukaan, serta pernikahan dan keluarga.

 

Kedua yakni al-aqli ( akal ) meliputi: kebutuhan akan ilmu pengetahuan dan kemampuan untuk dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian.

 

Ketiga adalah Ar-Ruh ( ruhiyah ), hal ini menjadi landasan kuat untuk dapat berhubungan harmonis dengan Sang Pencipta kita dan seluruh alam ini.

 

Untuk mencapai tawazun dalam menjalani hidup ini, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:

 

Tawazun dalam menyikapi kegagalan dan kesuksesan

Setiap orang yang masih hidup di dunia ini pasti pernah memiliki masalah sendiri-sendiri yang berbeda-beda. Namun orang yang bisa bersikap tawazun pasti akan mampu menyikapi setiap cobaan kesuksesan dan kegagalan dengan sikap terbaiknya.

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi ini dan ( tidak pula ) pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab ( lauh mahfuzh ) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (kami jelaskan yang demikian itu)  supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan agar kamu jangan terlalu gembira dengan apa yang Dia berikan kepadamu dan Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri ” ( Q.S. Al Hadid ayat 22-23 )

Ayat tersebut sudah cukup menjelaskan bagaimana kita bersikap seimbang dalam menerima setiap apa yang kita usahakan di dunia ini, kalaupun gagal mungkin memang belum waktunya. Kalaupun kita diberikan kesuksesan semoga kesuksesan kita mendatangkan kebaikan dan keberkahan bagi kita. Amiin.

 

Tawazun dalam Organisasi / Pekerjaan

Seringkali terjadi disfungsi atau multifungsi pada sebuah lembaga/ organisasi/ pekerjaan yang sedang digeluti. Hal ini tidak akan terjadi jikalau manajemen dalam lembaga tersebut baik dan masing-masing anggota di dalamnya mampu memainkan peran dan fungsi yang sesuai dengan bidang yang sedang di garapnya

 

Tawazun dalam waktu

Setiap orang mempunyai waktu yang sama yakni 24 jam/hari. Setiap orang memiliki jam terbang atau kesibukan yang berbeda-beda.Ada yang mempunyai aktivitas luar biasa padatnya. Ada pula yang aktivitasnya biasa – biasa saja. Namun kita harus bisa memanajemen waktu kita yang singkat ini dengan semaksimal mungkin. Jangan sampai karena semua kesibukan itu membuat kita terlena dengan kewajiban sebagai seorang anak, kewajiban pada keluarga, kewajiban pada Allah dsb.

 

Tawazun dalam Memandang sebuah Amanah

“Sesungguhnya ia adalah amanah, dan pada hari kiamat ia merupakan kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi yang melaksanakannya sesuai dengan haknya dan melaksanakannya dengan semestinya ” ( HR Muslim )

 

Begitu pentingnya bersikap tawazun dalam hidup ini. Karena, seperti alam, ketika ia sudah tak lagi berada dalam keseimbangan maka berbagai kekacauan dapat serta merta terjadi.

Semoga kita bisa menjalani hidup di dunia ini dengan tawazun dan selalu bersemangat untuk mencapai kabahagiaan dunia dan akherat kelak. Amiin.

 

** copas from ‘ Giving the miracle of share’